Diposting pada: 26 May 2026
SMA Negeri 1 Sumber Gelar Apel Hari Kebangkitan Nasional 2026 Penuh Semangat Inovasi dan Nasionalisme SMA Negeri 1 Sumber menggelar Apel Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026 dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, H. Murnianto, S.Pd selaku pembina apel, dengan mengusung tema inspiratif "Bangkit Bersama AI: Generasi Digital Penentu Masa Depan Bangsa". Apel diikuti seluruh dewan guru, staf tata usaha, serta ratusan siswa-siswi yang tampil disiplin mengenakan seragam lengkap. Nuansa patriotisme terasa kuat ketika bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya yang menggema di lingkungan sekolah. Momentum tersebut menjadi refleksi penting bahwa semangat kebangkitan nasional kini tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, melainkan transformasi intelektual dan adaptasi teknologi di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam amanatnya, H. Murnianto, S.Pd menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus mampu menjadi aktor utama dalam revolusi digital global. Menurutnya, perkembangan AI bukan ancaman, melainkan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, inovasi, dan daya saing bangsa. "Generasi hari ini harus menjadi generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan nasionalisme yang kuat. AI tidak boleh menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan," tegasnya di hadapan peserta apel. Sumber Gambar: Dokumentasi kegiatan Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Rabu pagi, 20 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Sumber. Ia juga menambahkan bahwa Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi titik refleksi bagi pelajar untuk meningkatkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas dalam menghadapi era Society 5.0 yang kini berkembang secara global. Fenomena perkembangan AI sendiri saat ini menjadi perhatian dunia internasional. Laporan survei nasional pendidikan Indonesia tahun 2026 menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan terus meningkat, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran, evaluasi belajar, hingga efisiensi administrasi guru. Namun demikian, tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital dan kesiapan sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan besar dunia pendidikan nasional. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini juga bertepatan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap transformasi digital di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi utama kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus teknologi global. Secara historis, Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei untuk mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak awal tumbuhnya kesadaran nasional bangsa Indonesia. Semangat persatuan dan perjuangan intelektual yang diwariskan para pendiri bangsa kini mengalami redefinisi di era digital modern. Menariknya, isu AI dan nasionalisme juga menjadi perbincangan hangat di berbagai forum publik internasional maupun media digital. Banyak kalangan menilai bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan penguatan identitas bangsa, etika digital, dan pendidikan karakter agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah disrupsi teknologi global. Pelaksanaan apel di SMA Negeri 1 Sumber ditutup dengan pembacaan doa bersama serta penampilan yel-yel pelajar bertema kebangkitan digital. Semangat yang terpancar dari wajah para siswa menjadi simbol optimisme bahwa generasi muda Indonesia siap menjadi motor perubahan menuju Indonesia Emas 2045. Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026, SMA Negeri 1 Sumber tidak hanya memperingati sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi digital yang cerdas, adaptif, dan berkarakter kuat.